Selamat Natal 2008

Selamat Natal 2008

Kamis, 04 Desember 2008

Wedang Secang
















Minuman ini sangat baik untuk penghangat badan, rasanya segar dan enak...

Bahan :
  • Air 500 ml
  • Secang 5 gram
  • Serai 3 batang, memarkan
  • Jahe 50 gram, bakar, memarkan
  • Gula Pasir 75 gram
  • Garam 1/4 sdt
  • Nata de coco 100 gram

Cara Membuat :

  1. Rebus air, secang, serai, dan jahe di atas api hingga harum, angkat dan saring
  2. Masukkan gula pasir dan garam. masak hingga gula larut
  3. masukkan nata de coco aduk-aduk hingga tercampur rata
  4. Sajikan

Bahan Makanan tetap Bergizi
















Proses pengolahan dan penyimpanan bisa membuat gizi pada bahan makanan hilang atau rusak. Karena itu, perlakukan bahan makanan sebaik mungkin, jangan asal memasukkannya ke lemari pendingin.

Cara mengolah makanan berpengaruh terhadap kualitas nutrisinya. Secara umum, tulis William Sears, MD, dan Martha Sears, RN, dalam The Family Nutrition Book, semakin sedikit pemrosesan, makin baik.

Nilai gizi makanan segar lebih baik ketimbang yang dibekukan, tetapi gizi makanan beku masih lebih baik dibanding makanan kalengan. Sayuran yang dibekukan sesaat setelah dipanen berisi lebih banyak vitamin daripada sayuran segar yang langsung diangkut melintasi wilayah untuk dipasarkan.

Ada sejumlah pertukaran zat gizi saat Anda memilih sayuran yang dikemas dan diproses. Contohnya, sayuran kalengan dan beku mengandung lebih banyak sodium. Satu porsi brokoli beku bisa mengandung lebih banyak betakaroten karena batangnya sudah dibuang, hanya menyisakan kuntumnya saja. Namun, brokoli ini hanya mengandung sedikit kalsium dan lebih banyak sodium. Jadi sesering mungkin, hidangkan sayuran segar bagi keluarga, sehingga mereka terbiasa terhadap rasa yang lebih bervariasi dan lebih kuat.

Mengukus sayuran melindungi lebih banyak zat gizi dan rasa sayuran segar daripada direbus yang melarutkan beberapa zat gizi ke dalam air. Memasak menggunakan microwave juga melindungi zat gizi pada sayuran. Hindari memotong sayuran terlalu lama sebelum dimasak. Jarak yang terlalu lama antara saat memotong sayuran atau buah dengan memasak bisa menimbulkan kerusakan. Alasannya, potongan sayur maupun buah dapat terpapar papas, cahaya, dan oksigen, si perusak zat gizi. Lebih baik potong sayuran atau buah saat akan dimasak atau dimakan. Menurut Melinda Hemmelgarn, MS, RD, ahli ilmu gizi lanjutan seperti dikutip University of Missouri Extension, panas, cahaya, dan oksigen merupakan tiga perusak alami vitamin pada buah dan sayuran. Walau demikian, memasak (dengan proses yang minimal) dan metode penyimpanan dapat mempertahankan zat gizi. Untuk itu, Good Health & Medicine membagi tip bagi Anda untuk mendapat manfaat yang optimal dari makanan yang sehari-hari kita konsumsi.

Menyimpan Makanan

Konsumsi buah paling baik adalah saat sudah matang. Buah yang terlalu matang mengandung lebih banyak gula, sehingga kadar indeks glikemiknya (IG) lebih tinggi. Indeks glikemik merupakan ukuran seberapa cepat karbohidrat dicerna, masuk ke dalam aliran darah, dan meningkatkan kadar gula darah. Makanan dengan IG rendah masuk ke aliran darah secara perlahan dan tidak terlalu cepat memicu respon insulin, sehingga membuat kadar gula darah lebih stabil.

Ahli gizi, Judith Wills, penulis buku The Food Bible, menyarankan untuk menyimpan buah, sayuran, dan salad dalam kondisi dingin dan gelap seperti dalam lemari es atau pantry. "Cahaya dan panas akan merusak vitamin B dan C. Menyimpan buah dalam mangkuk besar di atas meja sangat tidak disarankan," ujar Wills.

Dibekukan

Berlawanan dengan keyakinan pada umumnya, buah dan sayuran beku kerap mengandung lebih banyak zat gizi daripada yang segar. Hal ini karena pangan tersebut dibekukan segera setelah dipanen. Asosiasi konsumen di Inggris menguji sejumlah buah dan sayuran yang telah disiapkan seperti kol Brussel dan melon potongan dengan menggunakan kadar vitamin C sebagai indikasi seberapa segar dan bergizinya makanan itu. Mereka menjumpai, beberapa di antaranya memiliki kurang dari setengah jumlah vitamin C yang dikandung saat baru dipanen.

Direbus dan Dikukus

Selain membuat makanan terasa lebih enak, memasak akan melemahkan struktur tumbuhan, membuat zat gizi sayuran labih mudah diserap tubuh manusia. Sayang, beberapa metode pemasakan dapat secara negatif memengaruhi nilai nutrusi itu. Merebus sayuran dapat menghilangkan vitamin C dan beberapa vitamin B yang memang bersifat larut air. Merebus dalam waktu lama juga dapat memengaruhi indeks glikemik makanan. Menurut ahli diet, Nigel Denby, "IG dipengaruhi oleh zat pati seperti amilosa dalam nasi. Zat pati akan dipecah bila dimasak terlalu lama, membuatnya lebih mudah dicerna dan gula dapat dilepaskan dengan cepat ke aliran darah." Mengukus mempertahankan zat gizi hingga sekitar 82 persennya.

Digoreng

Tak dipungkiri, menggoreng akan menambah kalori pada makanan. Meski begitu, menggunakan minyak dalam jumlah moderat bisa menjadi cara menyehatkan. Selain cepat matang juga meminimalkan kerusakan akibat panas. "Menggoreng akan menahan vitamin B dan vitamin C yang larut air," ujar Wills. Sayuran yang tinggi karotenoid (kelompok antioksidan) lebih baik dimasak atau dimakan dengan sedikit minyak. Sementara wortel atau tomat baik bila ditumis.

Dipanggang atau Dibakar

Metode ini merupakan alternatif yang lebih sehat ketimbang menggoreng. Menggunakan alas memasak dengan rak secara khusus akan efektif terutama untuk daging olahan. Wills setuju bahwa metode ini merupakan pilihan paling menyehatkan, tetapi perlu ditekankan bahwa membakar makanan terlalu lama hingga menimbulkan warna kehitaman bisa menghasilkan bahan kimia pencetus kanker.

Menggunakan Microwave

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa memasak menggunakan microwave merupakan cara paling efektif untuk mempertahankan vitamin larut air seperti vitamin C karena paparan panas berkurang dan sedikit air digunakan. Sayang, hal ini dapat merusak antioksidan larut lemak. Sebuah penelitian yang dimuat dalam Journal of The Science of Food and Agriculture mengungkapkan, brokoli yang dimasak dengan microwave kehilangan antioksidan hingga 97 persen.

Ditumbuk

Kentang tumbuk atau pure tidak hanya menambah kalori bila ditambah susu dan mentega, juga meningkatkan indeks glikemik. Makanan yang dipecah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, juga dicerna lebih cepat. Bila sulit menghindarinya, coba mencampurnya dengan jeruk.

Dipanaskan Kembali

Saat Anda memanaskan masakan untuk kedua kalinya, tak terelakkan lagi, akan lebih banyak zat gizi yang rusak. Bila makanan perlu disimpan, Wills menekankan harus didinginkan dulu dan segera disimpan di lemari es atau freezer. "Tutup dan simpan di tempat yang dingin. Vitamin B dan C akan berkurang jika makanan dibiarkan hangat terlalu lama atau terlalu panas," ungkap Wills.

Konsumsi Mentah

Ahli gizi Patrick Holford meyakini konsumsi makanan mentah seperti wortel atau bit akan memaksimalkan kandungan gizinya karena antioksidan sensitif terhadap panas dan air. Namun, ada efek sebaliknya dari mengonsumsi makanan mentah. "Bisa sulit dicerna karena serat perlu dipanaskan supaya lunak. Proses memasak juga membuat beberapa zat gizi lebih mudah tersedia seperti likopen pada tomat," ujarnya. Buah paling baik dikonsumsi mentah atau segera dimakan setelah dipotong.

Selamatkan Air Rebusannya

Beberapa saran untuk mempertahankan nutrisi dalam makanan yang dimasak seperti dikutip dari situs Better Health Channel ini.

  • Simpan makanan secara tepat seperti menjaga makanan dingin tetap dingin dan menutup beberapa jenis makanan dalam tempat kedap udara.
  • Cuci atau gosok sayuran, bukan mengupasnya.
  • Gunakan daun sayuran paling luar lebih dulu, misalnya kubis atau daun selada, kecuali daun sudah layu atau sudah tidak enak.
  • Masak sayuran dengan mikrowave, mengukus, membakar, atau memanggang ketimbang merebusnya.
  • Bila Anda merebus sayuran, selamatkan air yang mengandung zat gizi untuk membuat sup.
  • Gunakan bahan-bahan segar bila memungkinkan.
  • Masak makanan dengan cepat.
  • Pastikan... Tidak merendam sayuran mentah dalam air. Tindakan ini dapat menyebabkan vitamin yang larut air akan hilang.
  • Tidak membiarkan buah menjadi terlalu matang. Buah yang terlalu matang atau ranum akan meningkatkan indeks glikemik secara drastis.
  • Tidak meninggalkan makanan yang telah dimasak semalaman dan kemudian memanaskannya.
  • Tidak memasak makanan yang mengandung zat pati seperti kentang terlalu matang. Hal ini dapat meningkatkan kadar indeks glikemik.
  • Tidak memotong sayuran dalam ukuran kecil. Permukaan potongan sayur atau buah bisa terpapar papas, cahaya, dan oksigen yang bisa merusak zat gizi.
  • Selalu menggunakan pisau tajam. Menggunakan pisau tumpul saat memotong sayuran segar dapat menyebabkan kerusakan sel yang akhirnya menimbulkan kehilangan vitamin C.
Hanya Memperpanjang Kualitas
  • Lemari pendingin menjadi tempat baik untuk menyimpan makanan. Apa Anda tahu makanan apa saja yang sebaiknya tidak dimasukkan ke lemari pendingin atau kulkas? Kapan Anda mesti memasukkan makanan ke dalam kulkas? Dan berapa lama makanan tetap aman dan segar dalam kulkas?
  • Kulkas sebaiknya dipasang pada suhu 4 derajat Celsius atau kurang. Suhu ini cukup membantu memperlambat proses enzimatik dan pertumbuhan bakteri, tetapi tidak terlalu dingin untuk memengaruhi kualitas makanan dengan adanya kristal es yang terbentuk. Ada baiknya memasang termometer kulkas guna memastikan suhu yang cukup rendah bagi keamanan pangan.
  • Selalu tutup makanan dalam lemari es. Udara di dalam kulkas sangat kering, sehingga makanan akan mudah kering, kehilangan kualitas, dan menjadi tidak menarik dalam waktu singkat. Menutup makanan juga mencegah makanan lunak seperti produk susu menyerap bau dari makanan lain, seperti kubis.
  • Suhu dingin kulkas memperlambat proses enzim dalam makanan dan juga reproduksi bakteri. Hal ini memperpanjang kualitas, rasa, dan tekstur makanan, serta menjaga makanan aman lebih lama. Patut diperhatikan bahwa kulkas tidak membunuh bakteri dan tak dapat memperbaiki kualitas makanan.
  • Jangan mengisi kulkas terlalu penuh. Pastikan selalu ada ruang yang cukup antara makanan yang bisa membuat udara bebas bersirkulasi di antaranya. Dengan begitu, suhu akan lebih merata.
  • Gunakan termometer kulkas untuk mengecek suhu kesegaran dan rak-rak. Bagian paling dingin dalam kulkas bukan tempat untuk menyimpan makanan yang rentan seperti daun selada dan buah lembut misalnya pepaya.
  • Makanan yang perlu didinginkan sebaiknya dimasukkan ke kulkas setidaknya dalam waktu 2 jam setelah dimakan untuk mencegah pertumbuhan bakteri.
  • Bersihkan kulkas setiap tiga minggu sekali. Buang sayur, buah, dan makanan yang sudah tidak dapat dikonsumsi.

Nangka Berpemutih di Depok
















Okezone - Jum'at, 12 September 2008

DEPOK - Penggunaan zat berbahaya kedalam makanan masih banyak ditemukan di sekeliling kita. Setelah kasus formalin, boraks dan jat pewarna pakaian, yang menghebohkan, kali ini ditemukan zat pemutih digunakan mencampur bahan makanan.

Hal itu terungkap saat Dinas Peternakan Kota Depok yang melakukan sidak di Pasar Kemiri Kota Depok Jawa Barat, Jumat dini hari (12/9/2008).

Dalam sidak itu, Dinas menemukan adanya pedagang yang menggunakan zat pemutih pada buah nangka yang dijualnya.

Asep, pedagang yang kedapatan menggunakan zat pemutih itu, mengaku menggunakan bahan pemutih, agar nangka yang dijualnya tampak lebih segar dan tidak mengeluarkan getah.

Namun, Asep mengaku tak mengetahui bahwa ?zat pemutih tersebut berbahaya bagi konsumennya."Saya pakai pemutih ini biar nangka kelihatan segar. Tapi saya tidak tahu kalau itu berbahaya," ujar Asep, Jumat (12/9/2008).

Menyikapi temuan itu, Dinas Peternakan Kota Depok langsung menyita sebungkus bubuk zat pemutih milik Asep.Namun, sejauh ini petugas belum mengambil tindakan tegas terhadap penyalahgunaan zat pemutih tersebut.

Telur palsu di RM. Padang




















Hanya sebagai informasi bagi anda semua bahwa telur palsu tidak hanya menyebar di tempat2 kelas menengah ke bawah saja, melainkan sudah ke rumah makan yang notabene pelanggannya orang kantoran.

Hal ini dialami oleh seorang karyawan kantor yang berada di bilangan Thamrin pada tanggal 15 Agustus 2008 dimana untuk makan siang, dia meminta tolong Ofice Boy untuk membeli makanan di Restoran Padang Salero Jumbo Jl. Timor, dibelakang kantornya di Plaza BII -Thamrin, dengan lauknya adalah gulai telur dan kentang balado.

Pada saat dia memakan telur tersebut ada kejanggalan pada telurnya, dan ternyata ketika diperhatikan lebih lanjut...telur tersebut adalah TELUR PALSU. Putih telur tersebut bening seperti karet dan tekstur pada kuning ada garis melingkar beraturan. Masalah ini segera dilaporkan pada pihak Restoran Salero Jumbo untuk ditindaklanjuti.

Tak lama kemudian, pelayan Restoran Salero Jumbo mengambil sisa makanan tersebut yang ternyata untuk beberapa makanan Restoran Padang tersebut memesan juga dari luar (bukan masak sendiri).

Ini hanya sekedar informasi agar kita lebih berhati-hati apabila mengkonsumsi makanan dari luar (apalagi untuk anak-anak kita), karena belum tentu rumah makan / restaurant yang bagus menjadi jaminan bahwa makanan itu aman. Dan apabila kita menemukan sesuatu yang janggal pada makanan yang baru kita beli, jangan sungkan-sungkan untuk melapor pada pihak rumah makan tersebut karena bisa jadi mereka sendiri juga kena tipu orang luar yang menyuplai makanan tersebut.

Bandeng Asem Pedas















Bahan :
  • 2 ekor ikan bandeng
  • 3 buah tomat dipotong-potong
  • 600 ml air
  • 1 sdt garam
  • 1 sdt air jeruk nipis
  • minyak untuk mengoreng
  • 2 sdm untuk menumis

Bumbu Halus :

  • 10 btr bawang merah
  • 4 btr bawang putih
  • 6 bh cabe merah
  • 4 bh cabe rawit

Cara Membuat :

  1. Lumuri bandeng dengan air jeruk nipis dan garam, diamkan 15 menit
  2. Goreng ikan bandeng sampai matang
  3. Tumis bumbu halus sampai wangi, masukkan tomat merah, aduk hingga layu
  4. Tambahkan ikan bandeng, aduk rata. Masukkan air dan garam. masak sampai meresap
  5. Masukkan air jeruk nipis, aduk rata
  6. Setelah kering angkat dan sajikan

Rabu, 03 Desember 2008

Sayur Daun Singkong Kikil















Bahan :
  • Daun Singkong
  • Kikil Sapi
  • Santan
  • Cabe hijau potong serong
  • Serai
  • Daun salam
  • Garam
  • Gula Pasir
  • Penyedap rasa
  • Lengkuas
  • Jahe sedikit

Bumbu Yang dihaluskan :

  • Bawang merah
  • Bawang putih
  • Kemiri
  • Ketumbar

Cara Membuat :

  1. Rebus daun singkong sampai benar-benar matang supaya tidak pahit kalau dimasak
  2. Tumis semua bumbu hingga wangi masukkan kikil biarkan matang lalu masukkan daun singkong setelah mau matang tambahkan santan aduk supaya santan tidak pecah
  3. Setelah matang angkat, dan sajikan

Kering Kentang















Bahan :
  • Kentang 1 kg iris seperti korek api
  • Teri medan 100 gram
  • Kacang tanah 250 gram
  • 1 sdm gula jawa
  • 1 sdm air asam
  • 1 ruas jari lengkuas
  • 1 lembar daun salam
  • 2 cabe merah buang isinya iris tipis
  • 4 sdm air

Bumbu halus :

  • Bawang merah 6 siung
  • Bawang putih 4 siung
  • Cabe merah 1 buah
  • Garam 1 sdt
  • Gula pasir 1 sdm

Cara Membuat :

  1. Goreng kering kentang, teri medan, kacang tanah, secara terpisah
  2. Tumis bumbu halus, masukkan juga bumbu yang lainnya setelah matang bumbunya baru masukkan kentang, teri medan, dan kacang tanah aduk dengan api yang kecil
  3. Setelah rata, angkat dan hidangkan